7 CARA MENGENDALIKAN SUAMI PEMBOROS

Percaya atau tidak, tak ada yang dapat mengendalikan masalah uang selain cinta. Anda dapat mengubah sifat pasangan yang pemboros tanpa harus bercerai. Bila Anda prihatin dengan sifat pasangan yang pemboros, tidak perlu lagi mendengar hal-hal klise mengenai bagaimana masalah keuangan dapat melahirkan kesedihan, stres, bahkan perpisahan. Yang mungkin tidak Anda ketahui adalah bahwa ada banyak cara praktis untuk menemukan keharmonisan masalah uang dengan pasangan tersayang. Bagaimana caranya?

1. SELESAIKAN UTANG-PIUTANG
Mungkin Anda pernah mendengar, dengan kekayaan yang tidak setara, Anda berdua tidak mungkin dapat bersatu. Untungnya hal ini tidak betul. Bunga kartu kredit Anda lepas kendali? Segera cari bunga yang lebih rendah. Ada orang-orang yang memiliki sifat dan kebiasaan yang sama dalam masalah uang. Pada hampir semua hubungan suami-istri, selalu ada masalah keuangan yang harus dihadapi. Pasangan yang sukses merupakan pasangan yang mengerti dan berhasil mengatasi masalah keuangan secara bersama-sama.

Seorang suami, sebut saja Didi, mengungkapkan, ia dan tunangannya sama-sama boros sampai suatu hari mereka kehilangan pekerjaan. Didi yang terlebih dahulu mengubah kebiasaan borosnya lalu bersama-sama dengan pasangannya, mereka berdua dapat mengatasi masalah utang-piutang yang harus dibayar dari jumlah yang besar menjadi nol.
Intinya, jangan pernah menunda masalah utang-piutang. Utang yang dibiarkan justru akan semakin besar dan melilit Anda. Dan yang lebih penting lagi, buang jauh-jauh kebiasaan berutang.

2. SESUAIKAN SIKAP
Bila Anda termasuk tipe penghemat, Anda mungkin berhak untuk mendapatkan penghargaan dalam menangani masalah keuangan. Tetapi bila termasuk tipe pemboros dan tipe orang yang selalu merasa paling benar dalam hubungan Anda dan pasangan, berarti Anda sudah kalah sebelum memulainya.

Ninis, misalnya, mengaku nyaris ribut besar dengan suaminya saat mengetahui pasangannya tipe orang yang selalu membayar kartu kredit dengan bayaran minimum. Belum lagi tagihan lain yang belum dilunasinya. Padahal, sang suami berpendidikan tinggi. Bagaimana seorang yang pintar dapat begitu bodoh dalam mengatur keuangan?

Pasangan yang pemboros pasti sudah siap membela diri. Dia mungkin sama tidak mengertinya dengan Anda, bagaimana cara uang bekerja dan ketidaktahuan tersebut dapat membuat dia merasa terancam. Uang dapat berarti kekuasaan dan kebebasan. Nah, rencana Anda untuk mengurangi kekuasaan serta kebebasan itulah yang membuat pasangan merasa dijebak. Sebenarnya, orang-orang yang tidak memiliki sikap yang sama dalam mengatur keuangan, cenderung tidak cocok bila mereka menjadi sebuah pasangan. Biasanya orang yang hemat menjadi lebih cermat dan cenderung membuat pasangannya yang pemboros menjadi panik dan menjadi lebih boros lagi. Alhasil, si hemat terpaksa menghemat lagi demi lebih menekan pengeluaran.

Namun semangat ini dapat diubah walaupun bila Anda berdua mulai menjadi pemboros. Bila salah satu lebih prihatin dengan masalah keuangan dan berusaha menekan pengeluaran, yang lainnya berontak dengan bersikap lebih boros lagi. Yang jelas, mengubah aturan memerlukan kompromi. Ini hal yang sangat penting bagi setiap hubungan. Pemboros memerlukan rem tetapi penghemat mungkin perlu mengurangi keketatannya dalam pengeluaran.

3. JAGA UCAPAN
Tanyakan pada si pemboros, apa tanggapannya terhadap kata-kata "anggaran belanja", "rencana pengeluaran" dan "hemat". Dia pasti akan mengatakan, kata-kata tersebut sesungguhnya berarti "berkorban", "kerugian/perampasan", dan "kematian".

Yang perlu Anda lakukan adalah membuat anggaran belanja dan tujuan yang nyata. Untuk memastikan Anda mengeluarkan uang hanya untuk hal-hal yang diinginkan dan menghindari diri membeli barang-barang yang tidak penting dan diperlukan, diskusikan bersama apa yang Anda berdua inginkan dalam hidup ini. Namun sedapat mungkin hindari kata-kata yang membosankan seperti "pensiun", "rumah baru", "uang liburan". Bicarakan bagaimana Anda ingin merasakan uang Anda dalam 5, 10, dan 30 tahun mendatang. Pemboros yang bebas melakukan apa saja dengan kartu kreditnya mungkin akan memberikan respons yang santai. Tetapi dia harus menyadari, dia juga memerlukan hal-hal konkret seperti tujuan yang akan dicapai dalam waktu dekat dan jangka panjang.

Pastikan daftar tujuan Anda berdua merupakan daftar gabungan dari Anda berdua dan merupakan daftar yang masuk akal. Baca buku-buku yang memberikan inspirasi. Buku yang baik dapat mempengaruhi Anda untuk melakukan hal yang sama.

4. MEMPERLIHATKAN PENGELUARAN
Pemboros cenderung mengikuti motto "hidup untuk hari ini". Itulah sebabnya, berapa pun uang yang mereka keluarkan untuk secangkir kopi atau makan siang, bukan merupakan hal besar. "Suami saya tidak menyadari, bagaimana pengeluaran untuk makan siang, sepatu, baju, dan lainnya. Uang dia terbuang dengan cepat," cerita seorang wanita. "Kan, hanya
Rp 20.000 bukan Rp 80.000," kata pasangannya membela diri.

Lalu bagaimana menyikapinya? Mungkin Anda dapat memperlihatkan pasangan dengan gambaran yang lebih besar. Misalnya, dengan mengatakan, Rp 20.000 dikalikan dengan 300 hari, hasilnya menjadi Rp 6.000.000 per tahun. Nah, melihat angka sebesar itu, mungkin pasangan akan tersadar dan mengubah sikap borosnya.

Di papan untuk menuliskan pesan, Anda dapat menempelkan tulisan dengan judul "Uang Papa" yang dapat membuat pasangan sadar, dengan mentraktir teman-temannya berarti
dia telah mengeluarkan uang begitu banyak. Uang yang sebetulnya dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting bagi keluarganya. Dengan demikian pasangan akan mengurangi pengeluarannya untuk mentraktir teman-temannya. Sebaliknya, Anda dapat menawarkan pasangan untuk mengajak teman-temannya makan bersama di rumah yang biayanya jauh lebih murah daripada makan di restoran.

Bila Anda memiliki program komputer untuk keuangan pribadi, Anda dapat mencetaknya untuk melihat pengeluaran tahunan dari segala sisi. Hal ini dapat membantu Anda berdua untuk menentukan pos/bagian mana yang harus dikurangi.