ORANG TUA CERAI, ANAK "TERBENGKALAI"

Cerai? Ih, amit-amit! Toh, di antara kita mau tak mau harus menghadapinya. Tak ada pilihan lain. Nah, ketika perceraian terjadi, sebetulnya yang paling merana dan menderita adalah anak-anak. Tak percaya? Simak saja apa yang ada di benak mereka ketika harus menghadapi kenyataan ayah dan ibu harus berpisah.

Kebanyakan dari para ayah dan ibu melihat perceraian sebagai "masalah mereka sendiri" dengan alasan, "Kami sudah tidak dapat bersatu lagi. Terlalu banyak perbedaan di antara kami" atau "Dia sudah tak jujur lagi." Mereka lupa, hubungan perkawinan itu sudah memiliki "cabang" yaitu anak-anak, keluarga, teman, dan lainnya.
KLIK - Detail
Nah, berikut pendapat atau pandangan anan-anak serta sanak-keluarga tentang orang tua atau kerabat mereka yang bercerai.

TAKUT PERUBAHAN
Anak-anak dari keluarga yang bercerai sadar, segalanya akan berubah, tidak sama lagi dengan yang dulu di mana mereka memperoleh rasa aman. Perubahan itu bukan hanya karena ayah atau ibu tidak ada lagi di sekeliling mereka, tapi bahkan segalanya berubah. Mereka khawatir bakal kehilangan kontak dengan sepupu atau famili dari pihak ayah/ibu. Bahkan mungkin, jam makan keluarga juga akan berubah. pendek kata, semua kegiatan rutin sehari-hari berubah. Benar-benar suatu malapetaka!

TAKUT DIBUANG & DICUEKI
Jika ibu dan ayah berpisah atau bersiap-siap untuk pisah, anak akan disergap rasa takut
yang sebetulnya amat realistis, yaitu takut kehilangan salah satu dari mereka serta takut diacuhkan. Konsep menjadi seorang yang sendiri, merana di dunia, adalah suatu hal yang paling menakutkan buat anak.

KEHILANGAN KASIH SAYANG
Bukan tak mungkin pula, kasih sayang yang selama ini anak dapatkan dari ayah, ibu, nenek-kakek, kerabat lain, akan hilang atau minimal berkurang. Padahal, semuanya itu memberi rasa aman pada anak.

Anak juga takut kehilangan teman bermain atau teman sekolah karena kemungkinan harus pindah mengikuti salah satu orangtua mereka. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak stabil serta reaksi negatif.

PENGARUH TINGKAH LAKU & EMOSI ORANG TUA

Umumnya, sebelum perceraian terjadi, ada suatu masa di mana suami/istri tak bisa mengendalikan emosi mereka. Ini akan mencapai puncaknya saat-saat perceraian makin dekat.

Jelas, semua itu memengaruhi jiwa anak dan banyak orang tua yang mengalami kesulitan ketika ingin mengembalikan situasi normal ke tengah keluarga setelah perceraian terjadi.