KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA

Pada dasarnya para orang tua dan para guru menyadari, cara belajar anak berbeda satu dan lainnya dan kegiatan tertentu bisa jadi menarik buat satu anak, tetapi belum tentu menarik buat anak yang lain. Berdasar pemikirin "kuno" mengenai pengajaran, dikatakan bahwa ada cara tertentu untuk mempelajari keterampilan khusus. Sebagai orang tua, kita seringkali frustrasi menghadapi anak-anak kita yang tidak mengerti apa yang kita ajarkan. Bila kita bisa mengerti intelegensia dan cara belajar anak, kita dapat mengetahui cara terbaik bagi si kecil untuk belajar dengan baik.

Untuk mengerti cara belajar anak kita, perhatikan mereka pada waktu mereka bermain. Mainan apa yang disukainya? Mungkin saja mainan yang menarik buat anak Anda ternyata mainan yang umum. Tapi bisa juga mereka menyukai benda-benda dengan warna yang ceria, sesuatu yang unik, atau benda-benda mengeluarkan suara. Perhatikan pula cara dia bermain. Apakah dia cenderung memperhatikan mainan tersebut dengan cermat atau memegang dan merasakan mainan tersebut di tangan mereka? Bisa jadi dia tidak begitu tertarik dengan mainan yang berputar dan bergerak.

Perhatikan juga pada saat Anda membacakannya buku sebelum tidur. Bagian mana yang paling menarik hatinya? Apakah dia memperhatikan gambar di buku itu atau malah memperhatikan nada suara Anda saat bercerita, menyentuh gambar-gambar yang ada di buku, atau melompat ke pangkuan Anda dan menirukan gaya dari karakter yang Anda ceritakan?

Sebagian besar anak mempunyai integensia yang berbeda-beda dan cara belajar yang berbeda pula. Hal ini dapat terbentuk dari cara yang juga berbeda-beda. Bila ternyata mereka tak punya perhatian khusus terhadap mainan/permainan tertentu, berarti anak Anda memiliki intelegensia dasar atau ia belum cukup umur untuk mengembangkan hobinya. Dalam kasus-kasus tertentu, Anda dapat mulai memerhatikan kegemaran mereka mulai dari usia 2 tahun. Dengan demikian, si kecil akan memberikan respons terhadap aktivitas tertentu.

Dengan memahami intelegensia secara individu dan cara belajarnya, berarti Anda dapat memberi cara belajar yang berbeda-beda pada anak. Tak perlu ragu mengajarinya agar dia dapat menguasai keahlian tertentu. Mengajarkannya hal-hal baru sambil bermain, tidak membuat frustrasi bahkan dapat membuatnya senang belajar.

ANEKA KEMAMPUAN
Salah satu keuntungan dari teori mengenai beragam intelegensia adalah memberi para orang tua beberapa pilihan. Jika anak tidak merespons kegiatan tertentu, banyak cara lain bisa dicoba. Jika anak cenderung menyukai musik, misaknya, pastikan alat musik tersebut tersedia buat dia. Memutar lagu sepanjang hari membuatnya bersemangat melakukan berbagai aktivitas. Bila dia mempunyai fisik yang kuat atau otot yang kinetis, Anda dapat mengajaknya bermain lompat-lompatan ketika sedang antre di pertokoan, sehingga ia tak bosan dan mulai rewel.

Pada saat Anda mencoba mengerti cara belajar anak (yang berarti membantu Anda melihat kelebihannya), penting pula memberinya kesempatan memperbaiki kesalahan atau kelemahannya.

Berikut tipe-tipe intelegensia yang dapat membuat seorang anak unggul untuk kegiatan-kegiatan tertentu.

Ilmu Bahasa
Kepekaan terhadap arti dan perintah dari kata-kata.

Anak-anak yang menyukai bahasa biasanya suka mengembangkan kata-kata dan suka bercanda, membuat teka-teki, guyon, membaca, menulis, bercerita, dan bermain dengan permainan yang mempergunakan kata-kata.

Cara terbaik untuk memotivasi anak-anak dengan kemampuan berbahasa adalah dengan membuat eksperimen dalam ilmu pengetahuan. Misalnya, memberinya semangat untuk membuat gambar dan rajin menulis/mencatat apa yang dilakukan dan yang diperhatikannya. Untuk membantu dia agar mengerti konsep berhitung, karanglah cerita di mana karakter di dalam cerita tersebut menghitung banyak benda. Ambil secarik kertas, tuliskan obyeknya, sediakan buku cerita yang berbeda-beda, dan juga kaset.

Ilmu Matematika
Kemampuan untuk menghubung kan sebab-akibat dan mengerti apa yang dimaksud.
Anak-anak yang menyukai matematika senang bermain dengan angka, selalu ingin tahu bagaimana sesuatu terjadi, banyak bertanya, mengumpulkan benda-benda dan menyimpan baik-baik koleksi mereka.

Agar mereka tertarik pada buku bergambar, minta mereka mengklasifikasi macam-macam benda atau binatang-binatang yang ada di buku. Meminta mereka membedakan suara dari alat-alat musik juga merupakan cara baik untuk membantunya mengembangkan konsep musik.
 
Benda-benda yang cocok untuk mereka adalah "puzzle", balok-balok, atau benda-banda yang dapat menggantikan fungsi "puzzle" dan balok.