keutamaan 2 kalimat syahadat

Dari Abu Bakar r.a, ia bercerita bahwasanya Dahyah al-Kalb adalah seorang raja Arab yang kafir, namun sangat didambakan keislamannya oleh Rasulullah. 

Beliau berdoa, "Ya Allah, condongkanlah ia agar memeluk islam." Alkisah doanya dikabulkan oleh Allah. Ketika Dahyah hendak memeluk Islam, turunlah wahyu kepada Nabi sesuai shalat subuh, "Ya Muhammad, telah kupancarkan cahaya Islam kepada Dahyah, dan sebentar lagi ia akan datang kepadamu."Pada saat Dahyah masuk masjid, Rasulullah menyambutnya. Beliau mengangkat kain selendang dari punggungnya dan membentangkannya untuk Dahyah. Menyaksikan penghormatan beliau kepada dirinya sedemikian itu, Dahyah pun menangis. Ia mengangkat kain sorban itu dan menciumnya, lalu dipakaikan di atas kepalanya seraya berkata: "Rasulullah tunjuklah kepadaku cara memeluk Islam." 

Maka beliau menyeru kepada Dahyah, "Ucapkanlah olehmu tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah." Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat itu, Dahyah menitikkan air mata. Rasulullah bertanya, "Tangisan apakah ini, Wahai Dahyah. Apakah tangisan karena engkau masuk agama Islam atau sebab lainnya?Dahyah menjawab: "Ya Rasulullah, sungguh banyak dosa yang telah kuperbuat. Tolong tanyakan kepada Allah dengan cara bagaimana aku menebusnya? Apakah harus dengan membinasakan diriku ataukah dengan menyerahkan seluruh hartaku? Jika itu yang menjadi penebusnya, kurelakan semuanya."Kemudian Rasulullah bertanya kepada Dahyah: "Dosa besar apakah yang telah engkau lakukan? Jawabnya: "Aku adalah salah seorang raja di antara sekian banyak raja bangsa Arab, dan aku telah membunuh putri2 ku sebanyak 70 orang dengan tanganku sendiri, karena aku enggan disebut si anu purta si anu adalah menantuku."

Dalam menanggapi masalah demikian, Rasulullah mengalami sedikit keraguan. Namun Jibril a.s segera turun membawa jawaban dari Allah dan berkata, "Ya Rasulullah, katakanlah kepadanya, demi kemenangan-Ku dan keluhuran-Ku. Sesungguhnya ketika ia mengucapkan dua kalimat syahadat, Aku telah mengampuni dosa-dosanya selam 60 tahun yaitu dosa kufur, dan mencaci maki kepada-Ku. Maka kenapa Aku tidak mengampuni dosanya yang telah membunuh putri-putrinya itu?" Sebagaimana dikatakan oleh Abu Bakar r.a., maka menangislah Nabi Saw. beserta para sahabatnya, dan kemudian barsabda, "Ya Allah, ya Tuhanku, Engkau telah mengampuni dosa Dahyah yan telah membunuh anak-anaknya hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat satu kali. Maka lebih dari itu, Engkau tidak bakal keberatan mengampuni dosa-dosa kecil yang telah dilakukan kaum Mukmin dengan ucapan syahadat yang berualng-ulang tiada terhingga banyaknya."

1