berbagai jalan marifat

Bismillahi Rahmani Rahim,

www.geocities.com\i-see

berbagai jalan marifat

Bismillahi Rahmani Rahim,

Ass. Wr. Wb.

APABILA TUHAN MEMBUKAKAN BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT, MAKA JANGAN HIRAUKAN TENTANG AMALMU YANG MASIH SEDIKIT KERANA ALLAH S.W.T TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN DIA BERKEHENDAK MEMPERKENALKAN DIRI-NYA  KEPADA KAMU.  

Kalimat yang diuraikan diatas mengajak kita merenung secara mendalam tentang pengertian amal, Qada dan Qadar, takdir dan ikhtiar, doa dan janji Allahu Akbar, yang semuanya itu mendidik rohani agar melihat kecilnya apa yang datangnya dari pada hamba dan betapa besar pula apa yang dikaruniakan oleh Allahu Akbar, Bathin yang terdidik seperti ini akan membentuk sikap beramal tanpa melihat kepada amalan itu sebaliknya melihat amalan itu sebagai bagian dari karunia Allahu Akbar yang wajib disyukuri. Orang yang terdidik seperti ini tidak lagi menuntut kepada Allahu Akbar tetapi membuka hati nuraninya untuk menerima taufik dan hidayat dari Allahu Akbar. Orang yang hatinya suci bersih akan menerima pencerahan dan mata hatinya akan terbuka bahwa Allahu Akbar, Tuhan Yang Maha Besar, Maha Mulia, Maha Suci dan Maha Tinggi tidak mungkin dikenali kecuali jika Dia mau untuk dikenali. Tidak ada ilmu dan amal yang mampu menyampaikan seseorang kepada Allahu Akbar. Tidak ada jalan untuk mengenal Allahu Akbar, Allahu Akbar hanya dikenali apabila Dia memperkenalkan  `diri-Nya'. Pada kenyataannya tidak ada ilmu pengetahuan yang memberitahukan jalan yang terhubung kepada gerbang  makrifat. Ilmu pengetahuan manusia tidak akan mampu pergi lebih jauh dari itu. Apabila kita mengakui bahwa tidak ada jalan atau tangga yang dapat mencapai Allahu Akbar maka seseorang itu tidak lagi bersandar kepada ilmu dan amalnya, apa lagi kepada ilmu dan amal orang lain. Bila sampai di sini seseorang itu tidak ada pilihan lagi melainkan menyerah sepenuhnya kepada Allahu Akbar.  

Tidaklah mudah membulatkan hati untuk berserah diri kepada Allahu Akbar. Ada orang yang mengetuk pintu gerbang makrifat dengan doanya. Jika pintu itu tidak terbuka maka semangatnya akan menurun hingga ia berputus asa. Ada pula orang yang berpegang pada janji Allahu Akbar bahwa DIA akan membuka jalan-Nya untuk hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya, maka ia beramal sebanyak-banyaknya agar dia lebih layak untuk menerima janji Allahu Akbar. Dia menggunakan kekuatan amalnya untuk mengetuk pintu gerbang makrifat. Bila pintu tersebut tidak terbuka, maka dia akan merasa ragu. Dalam mencari jalan makrifat seseorang tidak terlepas dari kemungkinan menjadi ragu, lemah semangat dan berputus asa. Seorang Hamba Allah tidak ada pilihan kecuali berserah kepada Allahu Akbar, hanya DIA yang memiliki kuasa Mutlak dalam menentukan siapakah diantara hamba-hamba-Nya yang layak mengenal Diri-Nya. Ilmu dan amal hanya digunakan untuk membentuk hati yang berserah diri kepada Allahu Akbar.

Jalan menuju ke pintu gerbang makrifat secara umum terbagi dua. Jalan pertama dinamakan jalan orang yang mencari dan jalan kedua dinamakan jalan orang yang dicari. Orang yang mencari akan melalui jalan di mana dia terus-menerus melakukan mujahadah, berjuang melawan godaan hawa nafsu, kuat melakukan amal ibadat dan gemar menuntut ilmu agama. Lahirnya sibuk melaksanakan tuntutan syariat dan bathinnya memperteguh iman. Dipelajarinya tarekat tasauf, mengenal sifat-sifat yang tercela dan berusaha mengikisnya, dan kemudian diisi dengan sifat-sifat yang terpuji. Dipelajarinya perjalanan nafsu dan melatih diri agar nafsunya menjadi bertambah suci hingga meningkat ke tahap yang diridhoi Allahu Akbar. Inilah orang yang dikatakan Allahu Akbar dalam firman-Nya: Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta memperoleh keredaan); dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah beserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya. (QS, al-Ankabut:69)

Golongan kedua adalah golongan orang yang dicari, menempuh jalan yang berbeda daripada golongan orang yang mencari. Orang yang dicari cenderung tidak menuntut ilmu atau beramal dengan tekun. Dia hidup selaku orang awam tanpa kesungguhan bermujahadah. Tetapi, Allahu Akbar telah menentukan satu kedudukan bathin padanya, maka takdir akan membawanya sampai ke kedudukan yang telah ditentukan itu. Orang dalam golongan ini biasanya dihadapkan dengan suatu peristiwa yang akan membawa perubahan kepada hidupnya. Perubahan sikap dan kelakuannya terjadi secara mendadak. Kejadian yang menimpa biasanya berbentuk ujian yang memutuskan hubungannya dengan sesuatu yang menjadi penghalang antara dia dengan Allahu Akbar. Jika dia seorang raja, beban kerajaan menyebabkan dia tidak dapat mendekatkan diri kepada Allahu Akbar, maka Allahu Akbar mencabut kerajaan itu darinya, dan pada saat yang sama timbul satu keinsyafan di dalam hatinya yang membuatnya berserah diri kepada Allahu Akbar dengan sepenuh hati. Sekiranya dia seorang jutawan takdir akan melenyapkan hartanya sehingga dia tidak ada tempat bergantung selain kepada Allahu Akbar. Orang dalam golongan ini dilindungi oleh takdir dari menerima bantuan dari makhluk sehingga mereka berputus asa terhadap makhluk. Lalu mereka kembali dengan penuh kerendahan hati kepada Allahu Akbar dan tumbuhlah dalam hati mereka rasa berserah diri atau pasrah yang benar-benar terhadap Allahu Akbar. Pasrah dan tidak mengharapkan apa-apa daripada makhluk lain menjadikan mereka rela dengan apa saja takdir dan ketentuan Allahu Akbar. Keadaan seperti ini membuat mereka cepat sampai ke pintu gerbang makrifat walaupun ilmu dan amal mereka masih sedikit. Orang yang berjalan dengan kendaraan musibah mampu sampai ke pintu makrifat dalam masa dua bulan sedangkan orang yang mencari mungkin sampai dalam masa dua tahun.  

Abu Hurairah r.a menceritakan yang beliau r.a mendengar Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: Allah berfirman: " Apabila Aku menguji hamba-Ku yang beriman kemudian dia tidak mengeluh kepada siapapun maka Aku lepaskan dia dari belenggu-Ku dan Aku gantikan baginya daging dan darah yang lebih baik dari yang dahulu dan dia boleh memperbarui amalnya sebab yang lalu telah diampuni semua".  Amal kebaikan dan ilmu pengetahuan tidak akan mampu membawa kepada kedudukan bathin yang telah ditentukan Allahu Akbar, lalu Allahu Akbar dengan rahmat-Nya menggunakan ujian musibah yang menariknya dengan cepat kepada kedudukan marifat kepada Allahu Akbar. Oleh sebab itu tidak perlu dipermasalahkan tentang amalan dan ilmu pengetahuan sekiranya keadaan yang demikian terjadi kepada seseorang hamba-Nya. Kami di PGR-YCB (Paguyuban Rahmatullah-Yayasan Cahaya Bhakti) lebih cendrung memilih jalan yang berada diantara keduanya, kenapa kami katakan demikian???Karena kira-kira (yg pasti hanya Allahu Akbar) secara lahiriah kitalah yg mencari jalan untuk marifat kepada Allahu Akbar, namun pada hakekatnya Allahu Akbar-lah yang menunjuk kita untuk marifat kepadanya. Sesuai dengan hadis qudsi "Awal beragama adalah mengenal ALLAH" dan firman Allah yang artinya kira-kira sbb: Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. AL-Maa'idah:35)

Jika kita renungkan makna dari hadis dan ayat diatas, bukankah Allahu Akbar yang memberi perintah kepada kita untuk mengenalnya dan memberi perintah kepada kita agar mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, namun kesemuanya bergantung hanya kepada ketentuan Allahu Akbar, apakah kita termasuk kategori dari orang-orang yang ditunjuk untuk mengenal-Nya atau tidak. Apabila kita termasuk dalam kategori orang-orang yang beruntung, maka akan tergeraklah hati ini untuk melakukan pencarian guna mengenal-Nya. kita semua mengetahui bahwa Allahu Akbar itu Maha Suci, maka untuk mengenalnya kita haruslah suci dan bersih, suci dan bersih yang dimaksud disini adalah suci hati, dan suci fikiran menurut Allahu Akbar. Apakah kita sebagai manusia mampu untuk mendefinisikan Suci dan bersih menurut pandangan Allahu Akbar?, terlalu naif kalau kita menjawab ya, coba simak dan perhatikan firman Allah dibawah ini: Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun. (QS. An-Nisa:49).Sudah jelaslah bagi kita sebagai manusia, bahwa yang berhaq menyatakan kesucian seseorang hanyalah Allahu Akbar semata dan itupun bila dikehendaki-Nya. Yang dapat kita lakukan adalah memohon kepada-Nya untuk disucikan atau dibersihkan dan ikhlas menerima akan ketentuan-Nya apakah kita layak untuk dibersihkan ataupun tidak, boleh saja kita melakukan usaha-usaha pensucian diri seperti puasa dan memperbanyak amal ibadah, tapi sampai kapan hal itu akan berpengaruh kepada diri kita mengingat banyaknya pengaruh negatif didalam kehidupan kota besar yang umum kita jalani. Apakah sampai ajal menjemput kita masih harus dalam usaha-usaha mensucikan diri dan belum sempat mengenal-Nya?. Atau apakah kita akan menunggu sampai musibah menimpa kita, agar kita dapat segera insyaf akan kekeliruan kita?.

Karena itulah kami PGR-YCB mengatakan bahwa jalan marifat yang kami tempuh adalah jalan yang berada diantara jalan marifat yang diuraikan pada awal-awal paragraph di hal ini. Inti dari cara kami adalah memohon kepada Allahu Akbar untuk dibersihkan dari segala Dosa (Tata cara ada pada buku hijau di http://groups.yahoo.com/group/marifatullah/)  tetapi harus pula dibarengi dengan pemahaman tentang ketauhid-an yang berpatokan kepada Al-Qur'an dan Al-Hadis, karena tanpa pemahaman yang benar dan mendalam tentang kebenaran yang bersumber dari Yang Paling Benar maka usaha kita untuk marifat kepada Nya akan sia-sia belaka. Pemahaman didapat dari pengkajian agama islam, yang kami adakan di kantor pusat atau kordinator-kordinator wilayah (silahkan kunjungi milis kami untuk informasi).Yang dimaksud mengkaji disini adalah musyawarah ulama. Ulama adalah orang yang ingin menjadi benar dengan cara mencari kebenaran dari yang benar. Tekhniknya dengan membaca/mendengar/memperhatikan, selanjutnya berfikir & memberikan pendapatnya atas hasil dari pemikiran tersebut tanpa rasa takut salah dan kemudian masing-masing pendapat dinilai bersama, mana pendapat terbaik yang kira-kira lebih mendekati apa yg dimaksudkan pada pedoman yang dikaji, itulah yang dipakai bersama. Pengkajian tidak boleh terikat kepada sesuatu apapun (ketentuan guru, ustad, kyai, dll agar dapat berfikir sempurna) kecuali Allahu Akbar (Kebenaran dari yang benar). Yang dikaji antara lain; Al-Qur'an, Al-Hadis, Hidup dan Penghidupan. Bagi yang sudah menemukan jalan untuk marifatullah kami mengucapkan selamat, karena anda termasuk orang-orang yang beruntung telah di beri petunjuk dan hidayah oleh-Nya, bagi yang belum menemukan jalan/cara silahkan mencoba cara kami (itupun bila anda ditunjuk dan diberikan hidayah oleh-Nya untuk menggunakan cara kami).

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, semoga Allahu Akbar membukakan jalan bagi kita semua yang bersungguh-sungguh untuk marifat kepada-Nya. 

Alhamdulillahi rabbil alamin